Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Magelang
Kendaraan taktis (rantis) ILSV Black Navy merupakan salah satu produk dalam negeri yang dirancang untuk mendukung operasi militer dan kepolisian. Salah satu fitur utamanya adalah kemampuan anti peluru. Hal ini tidak lepas dari peran material rekayasa yang digunakan dalam konstruksinya.
1. Material Baja Lapis Anti Peluru
Bodi ILSV Black Navy dibuat dari baja khusus dengan standar NIJ Level III, yang dirancang mampu menahan tembakan senjata ringan, termasuk peluru 7,62 × 51 mm NATO maupun 5,56 × 45 mm. Baja ini memiliki sifat:
-
Kekerasan tinggi (high hardness steel) → mampu meredam energi tumbukan proyektil.
-
Toughness yang baik → tidak rapuh meskipun keras, sehingga tidak mudah pecah saat terkena benturan.
-
Dapat difabrikasi → masih bisa dilas dan dibentuk sesuai desain kendaraan.
Dalam dunia teknik mesin, baja lapis anti peluru ini sering dikategorikan sebagai armor steel atau ballistic steel. Salah satu contohnya adalah AR500 steel yang dikenal luas pada aplikasi pertahanan.
2. Kaca Anti Peluru (Ballistic Glass)
Selain bodi baja, bagian kaca kendaraan menggunakan laminated ballistic glass, yaitu kombinasi beberapa lapisan kaca dan polikarbonat. Struktur berlapis ini membuat energi proyektil tersebar, sehingga peluru tidak dapat menembus kabin.
3. Ban Run-Flat
Material pada ban run-flat dilengkapi dengan insert berbahan komposit karet-baja di bagian dalamnya. Teknologi ini memungkinkan kendaraan tetap berjalan hingga puluhan kilometer meskipun ban tertembus peluru.
Teknik Mesin UNIMMA merupakan Program Studi Unggulan dan Program Studi Terbaik di Magelang. Follow Instagram @teknikmesin_otomotifunimma juga Tiktok @teknik.mesin.oto.unimma dan Youtube @ME-Unimma biar nggak ketinggalan informasi terbaru dari kami.